Terhubung dengan kami

Tips & Tricks

Hindari Kram Otot Saat Riding Adventure

mm

Diterbitkan

di

Tidak kita pungkiri jika motoran apalagi riding adventure merupakan salah satu kegiatan fisik yang menggunakan seluruh badan untuk bekerja sesuai porsinya. Seperti kaki menjadi tumpuan dan titik keseimbangan selama berkendara dan tangan mengatur laju motor dengan memutar gas, menekan rem depan serta kopling.

Beberapa riders menganggap jika kegiatan ini sebagai olahraga mereka dan beberapa menyebut hanya sekedar hobi, namun tetap kegiatan ini memiliki resiko layaknya olahraga fisik. Risiko tidak hanya datang dari faktor kecelakaan saja tapi juga dapat terjadi cidera pada otot-otot pada tubuh.

Nah, saat ini kita akan bahas bagaimana melakukan antisipasi saat terjadi cidera ringan pada otot saat berkendara. 

Cidera ringan yang dapat saja terjadi saat riding yaitu pegal linu pada bagian tubuh tertentu atau kram pada bagian tertentu. Kram dan pegal linu dapat saja terjadi karena beberapa faktor seperti aliran darah tidak mengalir dengan baik, faktor kelelahan dari bagian tubuh tertentu, dehidrasi tubuh, duduk atau berdiri terlalu lama dan adanya tekanan pada saraf.

Saat berkendara bagian yang paling beresiko terkena kram yaitu pada bagian kaki, khususnya pada bagian paha. Baik pada bagian depan paha maupun pada bagian belakang lutut yang sering mengalami kram otot. Selain kaki bagian tubuh lain seperti tangan, bahu dan kepala juga beresiko mengalami kram. 

Berikut ini tips yang bisa dilakukan agar menghindari kram saat riding.

  1. Melakukan pemanasan sebelum riding

Dengan melakukan pemanasan kita akan meregangkan otot-otot pada tubuh. Saat berkendara dilaksanakan otot tidak kaget dan menegang saat melakukan aktifitas. 

  1. Jika terjadi kram hentikan dan istirahat

Hal utama yang harus dilakukan saat mengalami kram atau pegal adalah berhenti melakukan aktifitas. Jangan memforsir bagian tubuh yang kram untuk tetap melakukan kegiatan. Lebih baik istrahatkan dan biarkan sementara waktu kram mereda dengan sendirinya.

  1. Pijit pada bagian kram

Setelah dirasa kram mereda diperbolekan untuk memijat dibagian yang mengalami kram. Pijat pelan-pelan saja agar otot kembali melemas setelah terjadi tegang pada bagian otot tertentu. Pemijatan ini berfungsi untuk mengembalikan aliran darah yang sempat terhambat. 

  1. Aplikasikan RICE

Jika terjadi cedera yang lebih fatal atau terkilir dapat menerapkan teori RICE. Teori ini berisikan 4 teknik penanganan yaitu Rest, Ice, Compression dan Elevation. 

  • Rest. Istirahat langsung sesaat setelah terjadi cidera, jgn dipaksakan untuk melanjutkan kegiatan.
  • Ice. Berikan kompress es batu pada bagian yang mengalami pembengkakkan, pemberian es batu jangan lebih dari 15 menit. Es batu memliki fungsi untuk mengurangi rasa nyeri pada bagian bengkak.
  • Compression. Setelah dirasa nyeri berkurang tutup bagian yang bengkak menggunakan perban elastis medis atau kain. Tujuannya adalah agar bagian yang bengkak tidak bergerak atau bergeser. Jangan mengikat terlalu keras agar aliran darah tetap dapat mengalir dengan baik.
  • Elevation. Saat beristirahat letakkan bagian tubuh yang mengalami bengkak pada posisi yang lebih tinggi. Tujuannya adalah untuk mengurangi bengkak dengan gravitasi. Tempatkan posisi lebih tinggi dari jantung agar memudahkan mengalirkan darah ke jantung.

Teknik ini dapat dilakukan apabila terjadi memar atau pembengkakan pada bagian tubuh tertentu. Penanganan ini untuk cidera yang cukup fatal yang membuat riders seharusnya sudah tidak lagi dapat mengendarai kendaraannya.

  1. Persiapkan alat medis

Peralatan medis seperti P3K sudah wajib dibawa saat riding. Selain peralatan medis untuk mengantisipasi luka luar, diperlukan juga kebutuhan medis untuk antisipasi luka dalam. Kebutuhan medis ini dapat berupa ethyl spray ataupun balsem untuk merelaksasi otot serta menghindari dari kram.

  1. Hindari riding lebih dari 3 jam

Manusia memiliki batas kemampuannya masing-masing. Namun agar tidak mengalami kelelahan yang menguras stamina, para ilmuan menuturkan maksimal riding yaitu 3 jam harus berhenti dan beristirahat 10-20 menit. Dalam satu hari penuh tidak disarankan untuk riding lebih dari 18 jam. Sehingga masih memiliki waktu untuk beristirahat dengan maksimal.

Semoga tips yang diberikan akan memberi kamu keamanan dan kenyamanan saat berkendara riding ya.

Baca juga: Meningkatkan stamina agar riding semakin kuat

Lanjutkan Membaca
Beri Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending