Terhubung dengan kami

Sahabat IR-Adv

Doni Santoso: Saya dari Dulu Kepengen Menyusuri Seluruh Tempat di Indonesia

mm

Diterbitkan

di

Dini Santoso saat berada di Kilometer Nol Indonesia, di Pulau Sabang. Foto: IG @doni_santoso_

Jakarta – Melakukan perjalanan seorang diri bagi Doni Santoso dari Bali ke Sabang dan lalu dari Sabang hingga ke Merauke bukanlah sekedar perjalanan biasa. Baginya Touring sekedar Riding itu nomor dua, yang utama adalah bisa interaksi langsung dengan masyarakat lokal.

Doni Santoso, Pria kelahiran 1997 ini sudah sejak lama memiliki keinginan untuk menyusuri seluruh tempat di Indonesia. Dan keinginannya itu pun terkabul, sejak 17 Agustus lalu, pemilik akun instagram @doni_santoso_ ini pun membulatkan tekadnya berangkat ke Sabang untuk memulai misinya. Tidak towing, Doni lebih memilih membawa sendiri motornya hingga ke Sabang yang hingga hari ini sudah melakukan perjalanan sekitar 2 bulan.

“Saya dari dulu kepengen menyusuri seluruh tempat di Indonesia, dengan media apa bingung. Kalau sebagai backpacker naik kendaraan umum juga bisa, tapi banyak tempat yang gak bisa di akses. Akhirnya saya terpikir untuk bawa motor, karena lebih bersahabat aja. Di Indonesia mayoritas menggunakan transportasi tersebut,” ujar pengendara Viar Vortex 250 Adventure tersebut.

Mengambil tema perjalanan Unity in Diversity (Bersatu dalam Perbedaan – Red), Doni Santoso, pria asal Madiun, Jawa Timur ini ingin lebih tahu sendiri tentang budaya dan kehidupan orang-orang yang ditemuinya ditiap daerah yang dikunjunginya.

“Saya roadtrip sesuai tema, touring sekedar riding itu No.2 bagi saya. No.1, bisa interaksi langsung dengan masyarakat lokal dan menyambangi tempat-tempat wisata daerah tersebut,” jelasnya.

Tak hanya itu, Doni juga menyampaikan apa yang telah disaksikan dan dirasakannya selama sekitar 2 bulan ini melakukan perjalanan dari Bali ke Sabang tidak sepenuhnya sesuai dengan apa yang pernah dibacanya di media.

“Saya melakukan perjalanan ini agar tau bagaimana budaya dan cara mereka hidup. Setelah 2 bulan melakukan roadtrip ini, saya jadi tau sedikit kehidupan orang Sumatera. Contohnya Aceh, kehidupan di Aceh gak sepenuhnya sesuai dengan apa yang diceritakan media, setelah saya sendiri yang kesana. Saya jadi tau kehidupan mereka,” tambahnya.

Doni yang tinggal di Bali selama 5 tahun sebagai pekerja kontrak ini, lebih memilih melakukan perjalanan seorang diri. Baginya, melakukan perjalanan seorang diri itu memiliki tantangan tersendiri dan lebih dapat mengukur diri.

“Dalam solo riding, saya lebih banyak sukanya dari pada dukanya. Ketika kita riding sendiri kita bisa tau batas fisik kita, jika berkelompok itu terhalang dengan keputusan kelompok kapan lanjut dan kapan berhenti,” jawab Doni.

Bagi seorang adventurer, tentu ada perencanaan sebelum melakukan perjalanan. Begitu pula dengan Doni yang memiliki target 7-8 bulan untuk menyelesaikan misi perjalanannya dari Sabang hingga Merauke. Lalu seperti apa sih perjalanannya selama 2 bulan ini?

“Target saya 7-8 bulan, menginap kadang di losmen murahan atau enggak camping di camping ground. Pembiayaan pun masih memakai biaya pribadi, masih bangun kualitas dulu. Target sponsor sih sudah ada, tinggal ajuin proposal saja,” ujarnya.

Doni berharap semangat dan mentalnya tidak pudar dan berhasil menyelesaikan misi yang telah direncanakannya. Bahkan berencana akan melanjutkan perjalanan ke Asia Tenggara.

“Harapan saya yaitu semangat dan mental saya tidak pernah pudar dan berhasil menyelesaikan misi saya roadtrip Sabang Merauke yang bertema Unity in Diversity. Setelah Sabang Merauke selesai, saya ada rencana touring Asia Tenggara, kalau Covid udah mereda,” tandasnya. ***

Lanjutkan Membaca
Beri Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending