Terhubung dengan kami

Tips & Tricks

Body Position Saat Riding Dual Purpose

mm

Diterbitkan

di

Body Position alias posisi tubuh merupakan salah satu teknik saat riding. Body position terbagi menjadi 2 (dua) macam yaitu berdiri dan duduk. Kedua macam posisi ini diaplikasikan pada kondisi yang berbeda. 

Lalu kapan posisi tubuh riding harus berdiri dan kapan harus duduk?

Yuk kita bahas satu persatu.

Posisi duduk saat melalui jalanan datar

Posisi tubuh duduk biasanya diaplikasikan saat riders dihadapkan dengan jalanan datar dan tanpa obstacle. Jalanan datar tidaklah terlalu membahayakan riders saat riding, jalanan umum seperti aspal, tanah keras atau batuan yang tersusun rapi dapat dilalui dengan body position duduk.

Namun,harus diperhatikan juga body position duduk ini juga tetap harus fokus pada posisi anggota tubuh lain seperti kaki dan tangan. Posisi tangan saat riders duduk harus tetap menggenggam grip handlebar motor dengan erat, posisi bahu tetap stabil dan tidak dilemaskan. 

Posisi kaki khususnya kaki kanan wajib tetap berada di atas step rem dalam posisi standby. Persiapan jika harus melakukan pengereman sewaktu-waktu. Sedangkan kaki kiri pun harus standby sewaktu-waktu jika diperlukan untuk menaikkan atau menurunkan posisi gear motor.

Body Position saat berdiri

Kapan saat berdiri? Saat riding adventure body position berdiri dilakukan saat menghadapi jalanan dengan kontur jalan yang tidak rata. Body position berdiri memungkinkan shock belakang motor bekerja tanpa adanya beban. Posisi berdiri dapat juga disesuaikan dengan kedua paha menjepit bagian body motor ataupun menjepit bagian tangki. 

Kondisi ini juga mengurangi risiko riders terkena rebound dari shock belakang motor yang langsung menghajar bagian bokong riders. Risiko ini dapat menyebabkan cedera pada bagian pinggang.

Kondisi berdiri pun dapat dibedakan saat menghadapi beberapa kondisi jalan;

  • Body position berdiri saat menghadapi tanjakan

Posisi berdiri pada saat tanjakan umumnya riders berdiri mendekati arah stang atau handlebar. Posisi ini memberikan tekanan beban kepada bagian depan motor. Dengan posisi seperti ini akan memberi power lebih kepada ban belakang serta traksi ban lebih baik saat menanjak. Khususnya saat menghadapi tanjakan jalanan batu dan tanah.

  • Saat melewati jalanan turunan

Berbeda dengan kondisi tanjakan, saat melintasi jalan turunan justru posisi badan lebih ditarik ke belakang dengan posisi tangan lurus memegang handlebar dan kaki sedikit menekuk. Posisi ini akan memindahkan beban pada bagian belakang, sehingga akan mengurangi risiko riders untuk terguling kedepan.

  • Berdiri saat belokan

Saat menghadapi jalanan belokan riders juga dapat dilalui dengan body position berdiri. Perhatikan kontur jalan yang dilalui, jika datar dan tidak terdapat obstacle yang berarti dapat dilakukan dengan tubuh mengikuti arah belokan motor. Teknik ini merupakan teknik umum berkendara motor. 

Sedangkan jika belokannya berbatu posisi tubuh disarankan untuk melawan arah belokan, saat ingin berbelok ke kanan tarik badan ke arah kiri. Posisi lawan arah ini akan menyeimbangkan posisi motor, sehingga bila terjadi sesuatu riders dapat dapat menyeimbangkan motor dengan cepat. 

Bila mengikuti arah belokan yang sama, riders dapat terjatuh bersama motor. Maka dari itu jika dilihat cara berbelok pembalap MOTOGP dengan pembalap MOTOCROSS memiliki cara yang berbeda.

  • Melintasi jalanan bebatuan saat datar

Kondisi jalan datar pun dapat dilalui dengan body position berdiri diatas motor, khususnya saat menghadapi kontur jalanan bebatuan. Kondisi bebatuan baik lepas atau batu tersusun dapat dilakukan dengan berdiri, dengan kondisi berdiri riders dapat melaju lebih cepat di kontur jalan bebatuan. 

Sering-sering melakukan latihan untuk menajamkan skill riding. Yuk riding adventure lebih aman dan nyaman.

Lanjutkan Membaca
Beri Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending