Terhubung dengan kami

Tips & Tricks

Aman dan Nyaman Mudik Motoran

mm

Diterbitkan

di

Well, mudik motoran sebenarnya amat idak disarankan, alasan utamanya adalah faktor keselamatan. Lho mudik berkendara apapun kan memang capek? Benar memang capek..apalagi motoran..kenapa? Karena chalenge nya lebih banyak apalagi deritanya, “panas kepanasan hujan kehujanan”,  kata orang -orang.

Yep, saya mulai mudik motoran sekitar tahun 95-an, karena ajakan tetangga, Dan tahun2 berikutnya jadi semacam ritual rutin, walau ada beberapa kali tidak mudik motoran, bisa dibilang 95% saya selalu mudik motoran dari tahun 95….yah sampai saat ini. Kenapa naek motor? Sejujurnya saya pribadi, cuma moda transportasi tersebut yang saya punya hehehe…

Yeaah….sudah bermacam – macam tipe motor yang saya kendarai buat mudik, dari motor2 sport 2-tak 135cc, 150cc, moped (bebek) dan sekarang pake matic (makin tambah umur makin slow kitah hehehe)

Puluhan tahun mudik motoran, saya melihat dan belajar karakter2 dan tren para pemudik motor, dan saya melihat ada beberapa hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan para pemudik motor,  agar lebih aman dan nyaman saat berkendara, apalagi dengan berkembangnya teknology komunikasi, transportasi saat ini yang akan membuat beberapa hal jadi lebih efiesian .

Persiapan

Minimal 2 minggu sebelum keberangakatan motor sudah siap, part – part yang harus diganti, sudah diganti, fokus lah pada masalah kaki – kaki, ban, rantai, rem, dsb, kalu masalah mesin yakin lah, mekanik bengkel pasti sudah menanganinya dengan baik.

Service gratis di bengkel siaga ATPM

Jangan pelit2 jika ada masalah dengan kaki2 dengan ber-andai2, “ahh..tar gampang , banyak bengkel sepanjang perjalanan”, “..tar ajah di kampung ganti ban-nyah” , “…kira2 kalu di pake ke kota A, jalan slow2 juga aman kali yak?”,  dan masih banyak alasan2 lainnyah.

Pengalaman….waktu itu tahun 2017 (bukan mudik), saya full riding dari Jakarta tujuan Sumbawa tuk mengikuti suata acara motoran.

2 minggu sebelum keberangkatan, motor sudah siap,cuma ada masalah dengan ban belakang (tubeless); “bocor alus”.Iseng – iseng saya coba tambal dengan benang + power glue, dan  selama 2 minggu saya pakai  buat harian sebelum keberangakatan, saya rasa “aman”. Alasan saya saat itu tidak mau ganti ban adalah; karena  masih amat baru, sekitar 4-5 bulan pemkaian, jadinya saya tidak mau ganti ban…

Saat hari-H, berangkat lah single riding  + bonceng istri, hajar jalan kelriting Brebes – Tegal, sampe SPBU MURI jam 0500 pagi ban sobek melintang  kurang lebih 25 cm,  dari sisi pinggir ban ke bagian tengah, memanjang sedikit dan balik lagi ke sisi pinggir ban.

Saat itu hanya ada tambal ban Nitrogen di SPBU dan bengkel jauh kemana – mana.Setelah berpikir sebentar, akhirya saya coba rekatkan kedua sisi ban yang sobek dengan power glue (habis 1 botol), saya diamkan beberapa saat, lalu  saya isi dengan cairan anti bocor (habis 2 botol), rencananya akan ganti ban jika ketemu bengkel terdekat, tapi karena saking pelit nyah saya, akhinrya perjalanan Jakarta – Sumbawa – Jakarta, via Pantura & Pansela PP dapat diselesakan tanpa ganti ban, walau akhinrya tuh ban sobek lagi di MT Haryono dalam perjalanan pulang, kena lempengan baja penutup jalan proyek pembangunan LRT.

Ada juga pengalaman 2011, riding solo ke Pulau Weh, Sabang , tidak mau ganti ban, karena liat kondisi ban masih bagus, ternyata  trek lintas Sumatera sepanjang 2500 km , sukses bikin ban botakdan akhirmya bocor di Aceh, mana  masih suasana lebaran, untung masih ada bengkel buka…

Jadi ingat2, jangan pelit2  apalagi masalah kaki2, jika hendak bepergian mudik nanti.

Barang bawaan

Bawa barang secukupnya

Banyak pemudik motor, dengan asumsi akan lama di kampung membawa tas full pakaian, ada pula yang  membawa oleh2 yang amat banyak dan hal ini masih terjadi setiap tahunnya. Demi kenyamanan dan keamanan, sebenarnya hal ini bisa dihindari dengan mengirimkan tas2 full pakaian tersebut dan oleh2 dengan memakaijasa exkpedisi pengiriman atau coba titip teman/ tetangga yg mudik bawa mobil, travel yang arahnya sejurusan hehehe…

Bawalah baju pengganti hanya untuk selama perjalanan mudiksaja .

Naik motor ber-tiga, ber-empat

Hal ini sangat tidak disarankan, perlu diingat motor juga punya maksimum beban angkut. Jika motor kelebihan beban angkut, hal in iakan ber-efek kepada kestabilan motor itu sendiri. “Siapa bilang? Wong anteb kok malah dipakainya !”, benar…… memang terasa “anteb”, tapi oleng sedikit akan gampang sekali terjatuh, kelebihan beban + pengemudi tidak bisa ber-manuver dengan baik karena juga tidak leluasa.

Tanjakan juga tidak akan kuat (ngeden), apalagi  pas turunan, akan bablas… misal pake motor matic

Lagian jumlah korban misal kecelakaan, jadi tambah banyak, misal: harusmya  hanya 2 korban  celakanya, karena mudik ber-tiga, jadi 3 korban celakanya hehehe…

Jadi ada baiknya iistri dan anak pulang terlebih dahulu,   menggunakan moda trnasportasi lain , entah itu angkutan umum, bareng teman / sodara yang lebih aman dan nyaman.

Group riding

Sering lihat para mudikers yang melakukan perjalanan mudik bersama dalam suatu rombongan. Untuk menandai peserta rombongan (mungkin maksudnya biar tidak tercerai berai), ada saja trik2 yg mereka lakukan misal; mengikat kain polos dengan  warna yg sama di lengan masing2 pengemudi, atau mengikatnya di bagian2 motor tertentu, di barang bawaan dan pernah juga lihat mereka  menempel stiker scoot lite di helm mereka dengan warna yang sama.

Mudik motoran model rombongan ini sering kali terlihat tidak terkordinasi dengan baik.Sering kali melihat mereka berhenti berulang kali karena acara “tunggu – tungguan” .

Yep, ada perbedaan antara pemudik “pemula” dan “senior”, biasanya mudik rombongan model begini adalah kumpulan antara pemudik pemula yang belum berpengalaman dipimpin oleh pemudik yang sudah senior dan biasanya mempunyai arah dan tujuan yang sama atau berdekatan.

Ada banyak cara agar group riding bisa lebih nyaman, misal:

  • Menerapakan check point tuk rute yang dilalui
  • Menerapkan waktu berhenti misal tiap 100 km dari mulai keberangkatan
  • Google location sharing, WhatsApp share location tool
  • Pemudik pemula yang skill atau “jam terbang”-nya belum tinggi berada di barisan depan.
  • Satu hal yang pastikan kepada seluruh rombongan tidak ada acara “tinggal – tinggalan” hehehe…

Navigasi & share location

Sampai saat ini, saya masih setia pake peta manual favorit sayah: peta mudik, entah itu peta mudik yang memuat informasi bengkel siaga dari ATPM tertentu ataupun peta mudik dari dinas perhubungan dll.

Masih setia pake peta mudik wkwkwk

Tidak seperti jaman dahulu saat masih pakai Google Latitude, Foursqaure dll tuk location sharing, sekarang tools-nay dah banyak, bisa pakai Google Location sharing dan share location dari WhatsApp.

Untuk peta online, Sygic masih menjadi andalan sayah dibanding Google Maps, tapi yah selera orang beda, dan ada pro kontra mengenai ni, so semaunyah ajah wkwkwk..

Identitas

Pastikan semua identitas valid dan ada: KTP, SIM, STNK, dll

Istirahat

Well … jika tubuh terasa lelah, ngantuk beristiratlah…tidak ada batasan, entah tiap 2 jam atau tiap 100km. Semua itu hanya pengingat saja, jadi disarankan jika sudah 2 jam berkendara, beristirahatlah. Tapi fiisk tiap orang berbeda – beda. Jadi saran saya, segera isitirahatlah kapanpun diri anda terasa lelah ata ngantuk.

Istirahat berapa lama? Terseraaaah ..toh kita sedang dalam perjalanan mudik, tidak ada keharusan mengejar waktu. Jika sudah terasa bugar silahkan lanjutkan perjalanan.

Istirahat di posko mudik

Istirahat dimanaah? Istirahatlah ditempat yang sekiranya aman, misal posko mudik, pos polisi, tempat ibadah dan jika malam, carilah tempat yang ramai dan terang. Pengalaman mudik berpuluh – puluh tahun, masih ada ajah copet saat istirahat di SPBU huhuhu…

Part pengganti & tool set

Bawa tool set tuk perbaikan secara mandiri saat perjalanan dan beberapa fast moving part misal:

  • sambungan rantai
  • tali kopling
  • kabel ties (sering banget berguna)
  • busi
  • dll

Update Mudik 2022

Yeaah…mudik tahun ini amat – amat berbeda, setelah larangan mudik 2 tahun belakangan karena pandemi, tahun ini, warga sudah dibolehkan untuk mudik dan tentunya dengan syarat – syarat tertentu.

Di harapkan para mudikers mematuhi syarat dan aturan – aturan mudik tahun ini, seperti vaksin, vaksn booster dan tetap menjaga prokes.

Baik….para mudikers, selamat jalan, selamat mudik, mudah – mudahan tips ini berguna dan membantu. Dan selalu ingat ada keluarga yang menunggu kalian di rumah jadi safety first: tahan emosi, persiapkan mental dan fisik dan jangan lupa berdoa tuk minta lindungan dari Tuhan YME.

Selamat sampai tujuan !

Salam mudik!

Lanjutkan Membaca
1 Komentar

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending