Terhubung dengan kami

Event

Otomotif Di Olimpiade, Tidak Sesuai Filosofi?

Diterbitkan

di

Otomotif Di Olimpiade, Tidak Sesuai Filosofi?

Otomotif di Olimpiade 2020 merupakan bukan salah satu cabang olahraga di Olimpiade 2020 . Ajang Olimpiade 2020 telah usai. Lebih dari 200 negara mengambil bagian dalam ajang perlombaan olahraga dunia yang berlangsung empat tahun sekali ini. Ajang olahraga yang seharusnya mulai dan berakhir pada tahun 2020 ini harus mundur lantaran pandemi Covid-19. Sehingga pada pelaksaannya yang seharusnya di langsungkan pada 2020 ini ini baru dapat di laksanakan pada tahun 2021. 

Tidak adanya cabang olahraga balapan otomotif di Olimpiade 2020

Olimpiade musim panas Tokyo 2020 kali mempertandingkan total 46 cabang olahraga. Namun, balapan otomotif tidak satupun turut menjadi cabang olahraga. Berbeda dengan balapan sepeda yang menjadi salah satu cabang olahraga yang turut menjadi cabang olahraga di gelaran Olimpiade. 

Meski memiliki banyak penggemar, nyatanya tidak membuat para pengurus organisasi Olimpiade (IOC) melirik olahraga otomotif sebagai salah satu cabang olahraga di Olimpiade. Meski tidak menjadi salah satu cabang olahraga yang turut berlaga di Olimpiade, balapan otomotif akan selalu memiliki pecintanya sendiri bagi para penikmat olahraga adrenalin. 

Tidak sesuai dengan filosofi olimpiade

Olimpiade memiliki filosofi sebagai ajang olahraga yang benar-bener membutuhkan kemampuan diri sendiri. Setiap olahraga yang berlaga di olimpiade merupakan olahraga yang membutuhkan kemampuan fisik sang atlet sendiri bukan dari perlengkapan atau alat pendukung dari olahraga tersebut. Dengan filosifi tersebut, olahraga balapan otomotif tidak memenuhi filosifi atau jiwa dari Olimpiade itu sendiri. 

Setiap pertandingkan yang berlaga di Olimpiade merupakan olahraga yang menuntut kekuatan baik fisik, mental dan skill dari setiap atlet atau tim yang berlaga. Sehingga kemampuan diri sebenarnya sangat di perlukan.

Balapan otomotif tidak hanya mengandalkan kemampuan atletnya saja, tapi juga ketangguhan dari mesin pada setiap kendaraan

Olahraga balapan otomotif tidak hanya mengandalakan kemampuan dari atletnya saja, tapi juga kemampuan kendaraan saat bertanding. Sesuai dengan filosifi tersebut yang mengutamakan kemampuan atletnya, lomba balapan otomotif tidak seirama dengan filosofi tersebut maka tidak dapat berkompetisi di ajang Olimpiade.

Setiap produsen otomotif yang unjuk gigi dalam gelaran balapan akan selalu meningkatkan performa dari kendaraannya agar bisa menjadi juara. Sehingga faktor kemampuan dari atlet sedikit dikesampingkan atau bukan faktor utama dalam perlombaan ini. 

Baca juga: Royal Enfield Adventure School 2021

Jadwal yang sudah terjadwal dalam satu musim

Seperti yang kita ketahui, ajang balapan otomotif seperti F1 dan MotoGP telah membuat jadwal satu musim penuh sepanjang tahun. Jadwal tersebut dapat terganggu apabila terdapat gelaran ajang lain seperti Olimpiade. Sehingga membuat salah satu faktor tidak dapatnya balapan otomotif berlaga di ajang olahraga dunia empat tahunan ini karena jadwal yang telah dibuat. 

Tidak adanya pertandingan balapan otomotif dalam olimpiade membuat para pecinta otomotif tidak dapat menyaksikan salah satu olahraga berkecepatan tinggi ini di arena Olimpiade. Namun tidak perlu bersedih, karena para pecinta otomotif tetap dapat menyaksikan gelaran balapan yang tetap berjalan bersamaan saat waktu Olimpiade bergulir. 

Lanjutkan Membaca
Beri Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending