Terhubung dengan kami

Review

Sejenak Bersama Himalayan Sleet

Diterbitkan

di

Himalayan Sleet adalah nama sepeda motor. Namanya berarti Hujan Es Himalaya. Karakternya memang dingin. Sedingin puncak-puncak pegunungan Himalaya.

Sosoknya jangkung. Kakinya bertenaga dan mudah melenting, sebanding dengan bobotnya yang nyaris seberat 200 kg. Kuda-kudanya kokoh dan selalu berada dalam posisi siaga tempur.

Dia tidak kenal lelah. Ketika di habitatnya di alam bebas, dia lincah meliuk di lintasan. Berbagai jenis jalur ditempuhnya tanpa kesulitan. Menyeberangi sungai pun bukan persoalan baginya.

Ilmu olah kanuragan didapatkannya dari Padepokan Royal Enfield yang dikenal sebagai tempat lahirnya jawara roda dua sejak tahun 1901. Dia mampu melesat. Meskipun tidak secepat kilat, sesuai dengan karakternya yang dingin. Jika meraung, aliran Chi dari tubuhnya akan keluar. Pada tahap ini, dia akan sulit dikendalikan dan memerlukan ketrampilan khusus untuk menjinakkannya.

Namun dia tidak pernah perlu meraung. Dengan sedikit hentakan dia tetap mampu melaju dengan pasti. Melibas pendakian curam pun bisa dilakukan dengan mudah. Karena memang dia dilahirkan dengan torsi yang tinggi, yaitu 32 Nm pada 4000 putaran mesin per menit. Kekuatannya setara dengan 24,5 ekor kuda.

Dibandingkan kakak seperguruannya, dia sudah membekali diri dengan anti selip. Sehingga pada lintasan licin dia tidak akan tergelincir ketika mengurangi kecepatan pada saat berlari.

Namun seperti pendahulunya, dia juga dilengkapi dengan garpu depan bergaris tengah 41 mm dan jarak main bebas sejauh 200 mm. Sedangkan pada bagian belakang mampu mengayun sejauh 180 mm sehingga nyaris tidak ada batu sandungan yang bisa mencelakakannya.

Dengan profilnya yang kalem namun bertenaga, dia sangat bisa diandalkan menjadi teman perjalanan para petualang.***

foto: Siti Rahmawati

Lanjutkan Membaca
Beri Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending