Terhubung dengan kami

Tips & Tricks

Rem Mendadak

Diterbitkan

di

Salah satu ketrampilan mengendarai sepeda motor yang paling penting adalah pengereman mendadak. Kita bisa buka gas sesuka hati. Bisa menikung pelan atau cepat. Pindah lajur, itu hal gampang. Malah seringnya tanpa lampu sein. Parkir pun bukan masalah. Kita cuma perlu turunkan standar.

Semua hal itu bisa dipelajari, tapi tidak semudah pengereman darurat. Teknik ini harus terus menerus diperbaiki melalui latihan berulang kali.

Latihannya bisa di lokasi parkir yang jauh dari keramaian. Atau di jalan perumahan yang sepi. Lalu pasang tanda untuk patokan titik berhenti. Lalu mulai berlatih dengan kecepatan rendah sampai tinggi. Teknik berlatih semacam ini akan membiasakan otot untuk bekerja secara refleks. Supaya pada waktu diperlukan, kita sudah jadi terbiasa.

Berikut adalah tips pengereman darurat:

Jangan Rem Sekuat Tenaga

Jangan tekan tuas rem sekuat tenaga. Sekalipun jika motor kita dilengkapi dengan ABS. Hal itu akan membuat roda motor terkunci dan kita akan kehilangan kendali. Cara yang dianjurkan adalah, tekan tuas rem dengan keras, lalu lepas, lalu tekan lebih keras dengan cara dikocok.

Komposisi

Gunakanlah rem depan dan belakang secara bersamaan. Komposisinya sangat tergantung kecepatan. Pada kecepatan hingga 30 kpj, penggunan rem belakang lebih dominan sekitar 80%. Pada kecepatan 30 hingga 60 kpj, komposisinya adalah, rem depan 60% dan rem belakang 40%. Pada kecepatan lebih dari itu, gunakanlah rem depan 80% dan rem belakang 20%. Prosentasi itu tentunya berdasarkan pengalaman yang akan meningkat sesuai dengan perjalanan kita masing-masing. Ciri pengereman yang berhasil adalah, tidak adanya suara decit ban, meskipun pada kecepatan tinggi.

Beban

Sepeda motor kita akan menurun pada bagian depan. Badan kita akan terdorong ke depan. Untuk mencegah terlempar dari motor, peganglah stang kemudi sekuat mungkin. Posisi lengan mendorong stang, dan posisi kaki tetap menjepit tangki atau jok. Kekeliruan yang sering terjadi adalah, kita justru menurunkan kaki.

Counter Steering

Usahakanlah untuk menjauh dari obyek penghalang dengan cara counter steer. Yaitu dengan mendorong stang kemudi ke arah berlawanan. Jika obyek ada di kiri, doronglah stang dengan lengan kiri. Sebaliknya, jika obyek ada di kanan, doronglah stang dengan lengan kanan. Tentunya dengan tetap memperhatikan arus lalu lintas.

Karena teknik ini adalah yang paling sulit dipelajari, maka dianjurkan agar kita bermotor dengan kecepatan yang mudah dikendalikan. Dengan begitu, kita gak akan pernah perlu rem mendadak. Karena safety riding adalah tentang perilaku. Bukan tentang peralatan.***

Lanjutkan Membaca
Beri Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending