Terhubung dengan kami

Tips & Tricks

Responsible Riding

Diterbitkan

di

Pada dasarnya semua orang dewasa harus bertanggung jawab atas segala perbuatan dan perkataannya. Tidak terkecuali di jalan raya. Dalam konteks berlalu lintas, bentuk tanggung jawab adalah berkomunikasi dengan pengguna jalan lain.

Sepeda motor dilengkapi dengan alat komunikasi. Kian hari kian canggih bentuknya. Namun, masih banyak yang tidak memahami fungsinya.

Kaca Spion, digunakan untuk membaca gerakan dan isyarat pengguna jalan di belakang kita. Bertanggungjawab adalah memposisikan alat ini agar kita leluasa melihat ke belakang. Bukan melipatnya agar tidak tersenggol atau untuk bercermin.

Lampu Utama, fungsinya adalah untuk penerangan ketika berkendara pada malam hari. Agar kita bisa melihat arah yang dituju. Kegunaan lainnya adalah agar pengguna jalan lain bisa mengetahui posisi kita. Karena di jalan raya berlaku aturan tak tertulis: “to see and to be seen” atau “melihat dan terlihat”. Sebab itu pula, maka kini berlaku aturan agar sepeda motor menyalakan lampu utama pada siang hari. Semua pabrikan sudah membuatnya sebagai standar keamanan. Banyak pengguna jalan yang memasang lampu utama dengan daya yang lebih kuat. Bertanggungjawab adalah jika tujuannya untuk menambah visibilitas. Sinarnya tidak akan diarahkan agar membutakan pengendara dari arah berlawanan.

Lampu Sein, kegunaannya adalah untuk memberi tanda ketika akan berpindah lajur, berbelok atau menepi. Penggunaan tangan akan sangat membahayakan. Apalagi dalam kasus berhenti mendadak. Penggunaan kaki juga berbahaya. Selain itu juga tidak sopan, menurut adat ketimuran. Bertanggungjawab adalah menggunakan lampu sein sesuai fungsinya. Bukan tangan atau bahkan kaki.

Lampu Hazard, hanya digunakan ketika berhenti dalam keadaan darurat. Seperti tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, pasal 121 ayat 1 yang menyatakan, “Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman (untuk roda 4 dan lebih), dan lampu isyarat peringatan bahaya atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat dijalan.” Bertanggungjawab adalah menggunakan hazard ketika kendaraan berhenti. Bukan ketika berjalan dan akan membingungkan pengguna jalan lainnya.

Lampu Belakang, digunakan untuk memberitahu kendaraan di belakang tentang keberadaan kita pada malam hari. Terutama di lokasi yang tanpa penerangan jalan yang memadai. Bertanggungjawab adalah menjaga supaya tetap menyala.

Lampu Rem, fungsinya adalah untuk memberitahu kendaraan di belakang bahwa kita sedang mengurangi kecepatan. Pabrik membuatnya dengan warna merah dengan mika yang menyebarkan sinar. Kini, banyak yang mengganti dengan mika bening. Bahkan ada yang melepaskannya sehingga sinarnya mengganggu penglihatan pengendara di belakang. Bertanggungjawab adalah memasang mika lampu rem sesuai standar keselamatan jalan raya.

Klakson, adalah untuk memberi tahu posisi kita kepada pengguna jalan lain. Digunakan seperlunya ketika hendak menyalip, setelah menyalakan lampu sein. Biasanya, kendaraan di depan kita sudah faham sehingga klakson tidak lagi perlu digunakan. Kini, banyak orang yang membunyikan klakson bernada: “Minggir! Saya mau lewat”. Bukan lagi: “Mohon berhati-hati. Saya ada di belakangmu”. Bertanggungjawab adalah menggunakan klakson seperlunya. Tidak perlu membunyikan ketika lampu hijau menyala. Karena sabar menunggu giliran adalah sikap yang bertanggungjawab.

Sirine Dan Strobo, Kedua alat ini masih saja menjadi topik berita. Meskipun aturannya sudah sangat jelas. Pengendara yang bertanggungjawab tidak akan memasang peralatan darurat ini dan mematuhi peraturan.

Marilah menjadi pengendara yang bertanggung jawab. Karena keselamatan adalah hak kita bersama.***

Lanjutkan Membaca
Beri Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending